Bertemunya orang dalam satu tempat dan satu kesempatan selalu membawa dampak. Namun kalau bicara soal dampak, maka tergantung dari sisi mana dan siapa yang melihat fakta itu.

Bisa saja, satu pihak memandang pertemuan itu sebagai sesuatu yang positif, namun mungkin saja ada yang menganggap dari sisi negatif. Perbedaan itu wajar-wajar saja dan sebagai sebuah kebebasan dalam menilai.

Begitu juga dengan acara bertajuk “Reuni 212” yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Minggu (2/12) Dari sisi kegiatan, tampaknya harus diakui bahwa fakta menunjukkan kegiatan itu berlangsung aman dan tertib.

Kata “aman” dan “tertib” adalah kunci untuk menilai sukses-tidaknya penyelenggaraan kegiatan seberapapun massa yang hadir. Walaupun tentu saja ada kelemahan dan kekurangannya, tetapi yang terpenting secara umum, pendapat publik menilai itu bisa terselenggara secara aman dan relatif tertib.

Perputaran Ekonomi
Sekali lagi, terlepas dari kemungkinan adanya kepentingan tertentu dari kegiatan itu, mobilitas arus manusia itu diyakini membawa dampak berupa perputaran ekonomi. Untuk warga Jakarta dan sekitar Jakarta saja agar bisa menjangkau Monas dengan sepeda motor dari kendaraan pribadi membutuhkan setidaknya bahan bakar, apalagi kalau melalui jalur tol.
Begitu juga untuk warga luar Jabodetabek. Mereka selain mengeluarkan kocek untuk keperluan transportasi selama di Jakarta, juga untuk membeli tiket kapal atau pesawat serta penginapan.

Itu baru dari sisi transportasi. Padahal selama massa berkumpul membutuhkan minuman dan makanan.

Orang-orang yang berkumpul di Monas dan sekitarnya selalu mengabarkan kehadirannya kepada keluarga dan kerabat atau rekannya di daerah asalnya. Pengabarannya melalui telepon langsung, pesan singkat (sms) atau platform komunikasi lainnya.

Selain menyampaikannya melalui kalimat dan kata-kata, juga mengunggah foto atau video ke mereka maupun ke media sosial. Semua itu membutuhkan pulsa dan paket data yang nilainya beragam sesuai paket yang diberlakukan operator telekomunikasi.

Sebagian dari mereka menginap di hotel atau apartemen di Jakarta. Hal itu membutuhkan ketersediaan hotel dan apartemen.
Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa pertemuan ini membawa dampak perputaran ekonomi. Ada pengeluaran baik pribadi, keluarga maupun rombongan, tetapi juga ada pemasukan bagi operator penjualan bahan bakar, telekomunikasi, transportasi hingga perhotelan.

IG : @jastvnet
FB : jastvnet