Ahli gestur dan psikologi politik Dewi Haroen menilai performa capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto dalam debat pertama sebagai bentuk rebranding.

Alasannya, Jokowi dan Prabowo pernah berkompetisi pada Pilpres 2014.

“Pertama bahwa ini ada rematch rivalry, sudah 4 tahun lalu dimulai dan dari genderang perang 2014 itu berlanjut sampai sekarang.

Tapi sekarang ini kedudukannya beda. Kalau dulu sama-sama merebut (posisi presiden), posisinya sekarang beda.

Rematch, yang satu sebagai petahana, dan satu lagi adalah sebagai penantang,” kata Dewi saat diskusi bertajuk ‘Debat Capres-Cawapres Belum Klimaks atau Antiklimaks’ di Resto Ajag Ijig, Gambir, Jakarta Pusat .

IG : @jastvnet
FB : jastvnet