Gempa bumi mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/8). Akibat gempa tersebut, hingga pukul 16.30 WIB, 11 orang dilaporkan menjadi korban. Satu di antaranya meninggal.

“BPBD Kabupaten Donggala tercatat satu orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Humas BNPB, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8).

Menurut Sutopo, gempa tersebut dirasakan di wilayah Donggala, Palu, hingga Poso. Sutopo menambahkan, sebagian besar korban tertimpa reruntuhan bangunan.

“Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh. Evakuasi masih dilakukan oleh petugas. Pendataan dan penanganan darurat masih dilakukan,

Kabupaten Donggala diguncang gempa berturur-turut. Tercatat, dalam 90 menit, tiga gempa mengguncang. Pusat gempa dirasakan warga dengan intensitas getaran yang kuat.

Gempa pertama terjadi pada pukul 14.00 WIB, dengan kekuatan 5,9 magnitudo. Kemudian gempa kedua terjadi pada pukul 14.28 WIB, dengan kekuatan 5,0 magnitudo. Sedangkan, gempa ketiga terjadi pada pukul 15.25 WIB, dengan kekuatan 5,3 magnitudo.

dan Gempa dengan kekuatan magnitudo 7,7 melanda wilayah Donggala, Sulawesi Tengah.
Gempa yang terjadi pukul 17.02 WIB ini berpotensi tsunami. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) telah memberikan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Gempa berkedalaman 10 kilometer, berpusat di 0,18 LS dan 119,85 BT atau 27 kilometer Timur Laut Donggala-Sulawesi Tengah