PAN membela sang ketua umum, Zulkifli Hasan, yang dipanggil Bawaslu terkait acara malam Munajat 212 di Monas. Menurut PAN, kehadiran Zul di acara tersebut bukan dalam rangka kampanye.

“Kita bisa melihat secara jelas bahwa, pertama, tidak ada ajakan untuk mencoblos salah satu paslon. Dan kedua, Pak Zul tidak menyebut nama salah satu paslon dalam sambutan beliau,” kata Sekjen PAN Eddy Soeparno

Eddy mengaku ikut hadir dalam acara Munajat 212. Ia melihat dan mendengar langsung pidato Zul.

Menurut Eddy, Bawaslu sebaiknya melakukan penelitian terhadap fakta di lapangan sebelum melakukan pemanggilan. Dia berhadap Bawaslu bekerja secara independen.

“Saya imbau agar Bawaslu melakukan penelitian terhadap fakta di lapangan terlebih dulu sebelum melakukan pemanggilan. Ini dalam rangka menjunjung kredibilitas dan independensi Bawaslu,” tuturnya.

“Jangan hanya pengaduan pihak tertentu saja yang diproses dan didahulukan, sementara pengaduan pihak lainnya terkesan diabaikan,” imbuh Eddy.

Baca juga: Zulkifli Dipanggil soal Munajat 212, MKD DPR: Bawaslu DKI Jangan Arogan

Zulkifli sebelumnya disebut menghadiri pemanggilan Bawaslu DKI Jakarta terkait laporan dugaan pelanggaran pemilu pada Munajat 212. Zulkifli memberikan keterangan pada Selasa (5/3).

“Iya, kemarin sudah diperiksa. Pak Zulkifli di foto saya lihat itu dari teman-teman (Bawaslu DKI), klarifikasi,” ujar anggota Bawaslu DKI Mahyudin kepada wartawan setelah menghadiri diskusi pemilu di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/3).

FB : Jastvnet
IG : @Jastvnet