Eks guru honorer di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nuril Maknun menilai putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) tidak adil karena dirinya adalah korban pelecehan seksual.

Hal ini dikatakannya terkait putusan kasasi MA dengan Nomor 574K/Pid.Sus/2018 yang memvonisnya bersalah atas perekaman konten kesusilaan dan menghukumnya enam bulan penjara dan denda sebesar Rp500 juta.

Baiq pun menegaskan dalam kasus ini dia adalah korban pelecehan seksual. “Saya memang benar-benar korban pelecehan seksual dan ini memang hukuman yang tidak sangat adil bagi saya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Baiq berharap hukumannya dapat diringankan dan tidak ditahan atas kasus ini.

“Saya mohon mudah-mudahan ada keringanan yang seringan-ringannya, atau saya berharap saya tidak ditahan,” ucapnya.

IG : @jastvnet
FB : jastvnet